Berkas 6 Parpol Lokal Aceh Dinyatakan Lengkap, Lolos ke Pendaftaran Calon Peserta Pemilu 2024

Jajaran komisioner KPU RI dan Bawaslu RI saat menutup pendaftaran partai politik pada Minggu (14/8/2022). Dari kiri ke kanan: Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, anggota KPU RI Afifuddin, Idham Holik, Parsadaan Harahap, August Mellaz, dan Betty Epsilon Idroos.(KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN)

Enam partai politik lokal Aceh dinyatakan lolos tahap pendaftaran calon peserta Pemilu 2024, setelah berkas mereka dinyatakan lengkap.

Sebagai informasi, keberadaan partai politik lokal Aceh merupakan amanat otonomi khusus wilayah tersebut.

Partai-partai politik lokal Aceh ini mendaftarkan diri ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

“Ada 8 pemegang akun Sipol (Sistem Informasi Partai Politik). Tujuh partai politik lokal Aceh yang mendaftar, 6 yang (pendaftarannya) diterima,” ungkap Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI Idham Holik dalam jumpa pers, Selasa (16/8/2022).

Partai politik yang pendaftarannya tidak diterima karena berkasnya tidak lengkap adalah Partai Amanat Reformasi. Partai ini baru mendaftarkan diri pada hari terakhir, Minggu (14/8/2022).

Sementara itu, satu partai politik lokal Aceh pemegang akun Sipol yang tak mendaftarkan diri adalah Partai Islam Aceh.

Empat partai diverifikasi administrasi

Secara rinci, dari enam partai yang dinyatakan lolos pendaftaran, empat di antaranya akan dilakukan verifikasi administrasi untuk mengecek kebenaran dokumen yang disampaikan saat pendaftaran.

Keempatnya yaitu Partai Adil Sejahtera, Partai Geuneurasi Atjeh Beusaboh Tha’at dan Taqwa, Partai Darul Aceh dan Partai Solidaritas Independen Rakyat Aceh.

Sementara dua partai lainnya, yaitu Partai Aceh dan Partai Nangroe Aceh tidak dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual karena merupakan partai yang memenuhi ambang batas perolehan kursi legislatif minimal lima persen pada Pemilu 2019.

Dilansir dari Antara, pada Pemilu 2019 lalu, Partai Aceh berhasil memperoleh 18 dari 81 kursi DPR Aceh atau setara 22 persen. Sementara di tingkat kabupaten/kota, partai ini meraih 120 dari 650 kursi (18,4 persen) yang tersebar di 23 kabupaten/kota (95,6 persen).

Sedangkan Partai Nangroe Aceh berhasil memperoleh enam dari 81 kursi DPR Aceh atau tujuh persen. Sementara di tingkat kabupaten/kota berhasil memperoleh 45 dari 650 kursi, yang tersebar di 13 dari 21 kabupaten kota (56 persen).

Sumber Artikel

Leave a Reply