Satu Komando Pelajaran Penting Penanggulangan Pandemi

Dirjen Bina Adwil Kemendagri silaturahmi dengan pengurus JMSI Aceh.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri silaturahmi dengan pengurus JMSI Aceh.

 

Akhir pekan lalu Wakil Ketua Satgas Nasional Penanganan Covid-19, Dr Safrizal ZA, berkunjung ke markas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh. Pria yang pernah menjabat lurah di Kota Petro Dollar, Lhokseumawe itu, berkisah banyak hal terkait tugasnya sehari-hari kala bangsa Indonesia berjibaku melawan pandemi Covid-19.

Awal-awal pandemi, terang Safrizal mengawali ceritanya, setiap hari kita berjibaku, rapat-rapat dan rapat, tak ada istilah libur. Tenaga kesehatan, dokter, rumah sakit, dan semua elemen bangsa bersatu padu menghadapi Covid-19. Begitu juga dengan Satgas Penanganan Covid-19. Setiap hari kordinasi, dengan daerah, dengan presiden, dengan ketua satgas, dan dengan gubernur serta bupati.

Safrizal hadir ke Aceh memenuhi undangan diskusi dari Mahasiswa BEM Fisip USK, Jumat (11/3/2022), dan tentu saja, keinginannya hadir dalam acara itu, agar bisa menjenguk ayah dan ibunya. “Ayah dan Ibu tinggal di Banda Aceh, jadi saya pikir kebetulan ada undangan, bisa pulang sungkem sama kedua orangtua,” ujarnya.

Saat ini, usia ayah Safrizal sudah 80 tahun, dan ibunya 76 tahun, dan keduanya masih sehat. “Alhamdulillah, kedua orangtua saya sehat, dan selalu rindu ingin bisa bersama mereka setiap saat,” sebutnya.

Menjawab pertanyaan pembelajaran penting yang bisa di petik oleh bangsa ini selama menangani Covid-19 dan terlibat di Satgas Nasional, Safrizal mengaakan Indonesia adalah negara kesatuan berbentuk republik, dan tiap-tiap provinsi memiliki gubernur, dan kabupaten punya bupati. “Nah saat kita berhadapan dengan pandemi kala itu, semua bersatu padu, kompak, dan satu perintah atau one command.”

Satu perintah atau komando ini, lanjut dia, bisa dijalankan, dari tingkat pusat ke daerah, dan tidak ada satupun yang tidak melaksanakan perintah itu. Satu perintah/komando inilah yang membuat semua fase perang melawan Covid-19 dapat kita lalui.

“Satu komando ini terbentuk karena strong leadership, atau kemimpinan yang kuat dari Presiden, begitu juga dengan Kapolri, Panglima TNI, para Menteri, dan semuanya menjalankan One Command menjalankan tugas-tugas menghadapi Covid-19.”

Menurut Safrizal, pembelajaran ini bisa diterapkan untuk perang lainnya, seperti melawan kemiskinan, stunting, dan isu-isu lainnya yang menyangkut persoalan bangsa yang lebih luas dan kompleks. “Saya pikir, one command adalah lesson learn bangsa ini menghadapi Covid-19. Dan hal itu bisa kita terapkan untuk isu lainnya,” tandasnya.

Safrizal yang saat ini merupakan Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah (Bina Adwil) di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), terlihat sangat runtut menerangkan semua aspek terkait dengan penanganan Covid-19.

Pria yang memiliki latar belakang pendidikan doktoral itu, terlihat banyak mengusai teori-teori pemerintahan. Tidak mengherankan karena dalam karirnya Safrizal telah banyak menghasilkan inovasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Usai menuntaskan pendidikannya di STPDN Jatinanggor, Safrizal juga menimba ilmu di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta.

arapan kita, konsep one command ini juga bisa di lakukan di daerah, Pimpinan di provinsi harus mampu seiya sekata dengan pimpinan lainnya, untuk menyelesaikan akar persoalan di daerah. Dia mencontohkan soal kemiskinan dan masalah penyediaan lapangan kerja di Aceh.

“Semua bisa dibangun dengan prinsip-prinsip mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi. “Saya yakin, jika kita satu pakat, sinergi, tidak ada masalah yang tidak tuntas,” pungkas Safrizal.

 

Leave a Reply